Summer Vacation – Chapter II

Summer Vacation

Chapter II

Girls Generation First Photobook

Tebaklah dimana aku?

That’s right. Aku berada di gedung teather Soshibond, bukan sebagai pengamat tapi sebagai salah satu kru mereka dan jika beruntung mungkin aku bisa meminta peran pada salah satu teman unnie. Ayolah ini pasti akan menyenangkan dan menjadi musim panas terfantastic yang pernah aku lalui jika aku benar-benar terlibat dalam teater ini

“Ayolah Yoon” seseorang mengerjar Yoona yang sedang fokus menghafal script

“Kau sudah menolaknya, bukan?”

“Aku bukan menolak, aku bilang aku akan memikirkannya terlebih dahulu”

“Kau terlalu lama berpikir, seseorang telah mengambil peranmu”

Lelaki itu masih saja merajuk pada Yoona, mengakibatkan dia kesulitan berkonsentrasi

“Yaish! Lee Jonghyun!” bentak Yoona tidak tahan

“Pergilah ke Hyoyeon unnie, mungkin dia ada peran untukmu”

Aku hendak mengikuti lelaki itu sebelum suara Tiff menghentikan langkahku

“Soojung-ah”

“Where’s your sister?”

“Somewhere with Kim Jonmyeon” jawabku asal

“Ouh .. aku bisa gila” Tiff mendesah frustasi dan beranjak pergi. Aku kembali mencari lelaki berkaca mata yang tadi berseteru dengan Yoona

“Errgh .. dimana dia?”

“Hey .. apa kau kru baru di teater ini?” seseorang menghadang langkahku

“Mmm .. yeah?”

“Kita semua sibuk … apa yang kau lakukan” dia menyerahkan box besar padaku dan aku dengan reflek menerimanya

“Bawa ini ke panggung, serahkan pada Sunny noona” suruhnya. Aku asal mengangguk dan bergegas menuju tempat dimana lelaki itu menyuruhku.

“Unnie!!!!”

“Oh .. Soojung .. kemarilah bantu aku membuat hiasan panggung”

“Dimana Seohyun?” Tanyaku, seingatku dia bertanggung jawab atas panggung dengan Sunny

“Hyo membawa pergi. Aku terjebak di sini bersama pria-pria ini”

Aku melihat area panggung dan yeah beberapa pria di sana tampak tidak serius dengan pekerjaan mereka. Mereka lebih tampak seperti bermain atau lebih tepatnya merusak property teater.

“Hey .. kau anggota baru di sini?” salah seorang dari mereka menyadari kehadiranku

“Aku Key” dia memperkenalkan diri. Aku tersenyum formal

“Aku Taemin”

“Myungsoo”

“Kami bertanggung jawab atas panggung dengan Sunny noona”

Aku berusaha menahan tawa, bertanggung jawab, aku akan mengingat itu

“Dan siapa namamu?” Tanya Key

“I’m Krys- aku Soojung”

“Ahhh .. kau adik Jessica noona?” Taemin menyeletuk. Aku mengangguk

“Waahh .. kau tidak seperti kakakmu” kata Myungsoo

“Yeah .. aku lebih tinggi” jawabku asal. Ini sudah keberapakalinya aku mendengar komentar seperti itu tentang kami.

“Unnie, kau tahu dimana Hyoyeon?” aku bertanya pada Sunny

“Entahlah, mungkin berada di balik panggung atau di studio”

“Thanks unnie” aku pergi mencari Hyoyeon. Jika ada peran untuk orang itu maka akupun ingin mendapat peran dalam teater ini. Laporan liburan musim panasku akan sempurna.

“What are you doing here?” itu suara Jessica, bukan ditujukan padaku tapi pada orang yang berseteru dengan Yoona tadi.

“Tentu saja, aku salah satu actor di sini” jawabnya sedikit menyunggingkan senyum.

Woow .. orang ini pintar sekali merayu Hyoyeon

Ada Jaejoong, Jonmyeon, Sooyoung, Yuri, Yoona dan tunggu .. siapa pria berkaca mata hitam dengan rambut melambai di sana. Aku seperti pernah melihatnya. Oh my crap! Wavy blonde. Hey, apa yang dia lakukan di sini.

“Perhatian semuanya” Hyoyeon tiba-tiba muncul dengan pengeras suara

“Ada perubahan untuk teater kali ini” lanjutnya

“Sooyoung berperan sebagai Lady Diana, Jaejoong, pangeran Charless, Jonmyeon, Henry Paul, Yoona, Camilia, Yuri, Ratu Elizaberth II, Heechul oppa, pangeran Philips” mereka semua yang disebutkan mengangguk sembari menerima scrip yang dibagikan Taeyeon

“Jonghyun narrator. Seohyun pianist” lanjut Hyoyeon

“Kalian berempat menjadi anggota kerajaan” Hyoyeon menunjuk pada keempat pria yang membantu Sunny tadi.

“Kau juga Soojung”

Aku?  Aku dapat peran? Oh My God!

“Ne” jawabku penuh semangat. Meskipun hanya sebagai anggota kerajaan.

“Baiklah, semuanya ambil peran masing-masing” seru Hyoyeon

Kami semua memisahkan diri, Sunny kembali dengan pekerjaan sebelumnya. Para actor berkumpul di stage.

“Annyeong haseo” seseorang dengan kemeja lipat berpadu dengan jeans menunjukkan kesan santai namun tetap formal mendekati para actor. Ya ampun, siapa lagi ini.

“Junsu oppa” seru Hyoyeon dan Taeyeon

“Kim Junsu” Jaejoong dan wavy blonde tampak terkejut

Mungkin dia salah satu orang berpengaruh di teater ini. Mereka semua antusias dengan kedatangan orang tersebut kecuali Jonmyoen yang tidak tahu apa-apa, sama sepertiku.

“Junsu oppa akan jadi sutradara di teater kali ini” Jelas Hyoyeon

Tuan sutradara. Aku berguman dalam pikiranku. Para aktor mengambil posisi masing-masing. Latihan kali ini masih pembacaan teks dan penjelasan gambaran tentang bagaimana teater ini nantinya oleh Sutradara. Para actor berlatih berdialog sesuai peran mereka, sementara yang lain, baca: aku dan keempat pria tidak waras ini hanya berdiam diri. Peran kami hanyalah seorang pelayan tanpa dialog penting yang tentu saja tidak mengharuskan menghafal teks teater.

“Kau pianist bukan?” Sutradara bertanya pada Seohyun

“Ne?!”

“Pelajari ini” Sutradara menyerahkan lembara-lembaran not musik pada Seohyun. Kurasa itu kumpulan instrument pengiring teater ini.

Aku bosan dengan tidak melakukan apa-apa. Aku memutuskan ke tempat Sunny, mungkin aku bisa membantu membuat hiasan panggung dari pada berlama-lama dengan ke empat pria tidak waras ini.

“Soojung-ssi, kau mau kemana?” Tanya Taemin. Aku tidak menjawab. Aku biarkan dia mengikuti langkahku.

‘Tiff, bagaimana dengan kostum dan make-up?” Aku mendengar suara Hyeyeon tidak jauh dari tempatku sekarang.

“Tenang saja, semuanya dalam kendali” jawab Tiffany sedikit mengengeh

“Baguslah” Hyoyeon menepuk pundak Tiffany kemudian pergi. Sepeninggal Hyeyeon, Tiffany tampak mendesah frustasi.

“Oh My God!, Jessie Where are you?” keluhnya. Aku tahu pasti ada yang tidak beres. Aku memutar balik langkahku mengikuti Tiff.

“Hey, Jung Soo jung, kau mau kemana?” Taemin mencoba menyepadankan langkahnya

“Jessie!!! O My God!!! Aku mencarimu kemana-mana” histeris Tiff melihat Jessica mengobrol santai dengan Jonmyeon.

Tiffany menarik Jessica menjauh dari Jonmyeon.

“Aku pinjam Jessie sebentar” kata Tiff, Jonmyeon hanya mengangguk

‘What’s up?” heran Jessica

“Jessie, save me please??!!!”

“Aku menghubungi bagian costume dan make-up tapi mereka full minggu ini”

“And?”

“Hyoyeon akan marah besar jika aku tidak mendapati pengganti mereka”

“And?”

“O My God Jessie, earth to world!!! Bantu aku mencari costume dan make-up” Tiff menggoyang-goyangkan bahu Jessie

“What? NO! itu tugas mu”

“What?!” Tiffany terperangah dengan jawaban Jessica

“Baiklah, aku bercanda. Aku akan membantu tapi …”

“Tapi …?”

Jessica tersenyum aneh lalu membisikkan sesuatu pada Tiff yang cukup membuatnya shock

“What?!”

“Mau atau tidak” tawar Jessica

“Oke fine, ouugh sejak kapan kau menjadi menyebalkan” gerutu Tiff memutar bola matanya

Tiffany dan Jessica berpisah, begitu juga Jonmyeon kembali pada deretan para actor. Hmm .. aku penasaran apa yang dibisikkan Jessica tadi.

“JUNG SOOJUNG!!!!”

Ough ya ampun!! Aku menutup telingaku. Taemin berteriak sangat keras. Ada apa dengan pria ini

“What the heck you are!!!!” umpatku

“Aku memanggilmu sedari tadi, kau tahu!”

Like I care

“Apa?!”

“Hyoyeon meminta kita para anggota kerajaan untuk mengambil makan siang di café”

“Okay” kataku meninggalkannya. Ya ampun telingaku, orang ini benar-benar.a

Café milik Hyoyeon dan gedung teater ini berada dalam satu bangunan. Aku menuruni lift bersama anggota kerajaan lain mengambil jatah makan siang kru teater.

“Dimana jatah makan siang para kru?” Tanya Key pada salah satu pelayan di café tersebut. Pria tinggi berambut panjang yang dibiarkan tergerai namun terlihat sangat modis. Dia keren.

Lee Jungshin. Aku membaca name tag di seragamnya. Dia tersenyum padaku. Manis sekali, semanis rayuan playboy.

Tbc

Diamond Shout (Song Fic)

Diamond Shout

Diamond Shout

 

Jurina berlari sekuat tenaga menaiki anak-anak tangga yang menuju kearah sekolahnya. Ia harus cepat atau ia akan terlambat untuk acara festival di sekolahnya. Sesampainya di atas banyak murid-murid yang lalu lalang didepan halaman sekolah, Jurina yang terfokus untuk segera sampai di backstage terburu-buru masuk hingga tidak sengaja menabrak salah seorang temannya di pintu masuk festival.

Jurina menunduk meminta maaf kemudian bergegas masuk, sedangkan temannya masih terdiam di tempat ketika pengumuman dari pengeras suara terdengar.

“Sesaat lagi akan ada penampilan special AKB48 dengan lagunya yang berjudul Oogoe Diamonds, jangan lupa menyaksikan”

 

Semua member AKB48 sudah berkumpul di backstage. Sebagian dari mereka ada yang masih berusaha menghafal gerakan tari ataupun menghafal lirik lagu, ada juga yang menghilangkan ketegangan demam panggung dengan bercanda dengan anggota yang lain.

“Kepada Akihabara 48 untuk segera bersiap”  Akicha sang MC berteriak di tengah keramainan

 

“AKB48 bukan Akihabara 48” Protes mereka

 

Jurina sampai di backstage tepat waktu. Mayu segera menghampiri Jurina untuk kemudian memberikannya mike

“Permisi semuanya, siapa yang belum memegang mike?” teriak Mayu

Semuanya tampak kebingungan kemudian mengangkat tangan mereka

“Aku sudah dapat”

 

“Aku juga sudah”

 

“Kau sudah dapat?”

 

“Acchan belum datang” kata salah seorang dari mereka

 

“Acchan tidak ada?”

 

“Tidak bisa jika tidak ada dia”

Mereka masih saja berspekulasi sampai membuat mereka tidak sadar bahwa musik pengiring mereka sudah mulai dimainkan.

“Cepat, cepat musik sudah berbunyi”

Semua anggota AKB48 bergegas naik keatas panggung

“Sae cepat, musik sudah di mulai”

 

Sae yang ada di barisan terakhir didorong temannya untuk segera maju begitu barisan bergerak. Ia mengirim pesan secepat yang ia bisa kemudian segera bergegas menyusul yang lain menuju stage.

Diatas panggung formasi yang sudah mereka hafal hancur total. Mereka terlihat tidak kompak dan belum siap untuk tampil. Sebagian dari mereka kelabakan saling bertabrakan satu sama lain bahkan sampai lirik lagu pertama dinyanyikan mereka masih kebingungan menentukan posisi mereka.

Mayu menatap yang lain mencemaskan Acchan yang belum datang, tapi kemudian mereka mencoba bersikap tenang dan berusaha melakukan improvisasi sebisa mereka.

Di tempat lain, Maeda siswa yang tadi bertabrakan dengan Jurina sedang berdiri menunduk sembari memainkan ujung kakinya. Ia kalut dan juga bingung. Seharusnya ia ikut bergabung dengan penampilan Akb48, tapi mengingat kejadian dimana ia membuat kacau semuanya. Ia ragu. Maeda merasa dirinya tidak berguna dan akan lebih baik jika dia tidak datang. Mungkin penampilan mereka akan lebih sempurna jika tidak ada dirinya.

Maeda kini sudah duduk di salah satu anak tangga sekolah, tempat yang tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Ia menompang dagu dengan kedua tangannya memikirkan saat-saat latihan bersama member akb yang lain hingga saat dirinya bertengkar dengan Sae karena dianggap tidak mampu.

Saat itu ada rumor bahwa akan ada siswa baru yang akan bergabung dengan kelas mereka. Mariko Shinoda, dia cukup popular hingga kelas mereka mengadakan penyambutan istimewa terhadapnya dan salah satunya adalah dengan mengikut sertakan Mariko dalam acara festival di sekolah.

Hari itu juga mereka latihan di ruang kelas seni. Awalnya mereka hanya menatap layar besar di depan kelas dan berniat menirukan tarian tersebut dengan Jurina sebagai pelatihnya. Tapi justru hancur total karena mereka pada dasarnya memang tidak punya skill sama sekali. Mereka ditertawakan oleh murid dari kelas lain hingga mengundang rasa kesal dari senior mereka di kelas tari. Akhirnya para senior memutuskan untuk membantu mereka mengajari tarian yang akan mereka tampilkan dalam perform.

Sae, Minami, Tomomi, dan Sayaka mengajari mereka satu persatu koreografi tarian yang akan mereka tampilan di festival nanti. Semuanya antusias dan berlatih dengan sungguh-sungguh, termasuk Maeda, hanya saja ia terkadang masih bingung dengan posisinya saat menari, tak jarang ia justru malah mengacau tarian teman-teman di sekitarnya.

Setelah kurang lebih satu jam mereka latihan, sebagian dari mereka memutuskan untuk istirahat sejenak. Mariko memilih asik dengan ponselnya. Yuko, Mai, Haruna, Erena membuat atribut hiasan untuk stage, sementara yang lain masih tetap berlatih dengan para senior, memperlancar koreografi.

“Bagaimana dengan MJ” kata Mai di sela-sela membuat atribut stage.

 

“MJ?” heran Yuko

 

“Majijo Gakuen” Jelas Mai

 

“Eh??” Seru Haruna, Yuko dan Erena bersamaan

 

“Majijo Gakuen 20” jelas Mai lagi membuat mereka meledakan tawa

 

Setengah jam berlalu, mereka mulai berlatih kembali, latihan yang terakhir untuk hari ini, karena besok adalah hari mereka perform di festival, dan saat gladi resik inilah emosi Sae meledak.

 

“Maeda, sebenarnya kau bisa menari apa tidak? yang kau lakukan hanya mengacaukan tarian teman-temanmu”

 

“Mengacau katamu, aku sudah berusaha sebisaku dan kau bilang mengacau?”

 

“Ya ,, kau mengacau! kau membuat tarian kita berantakan, tarian mu jelek, akan lebih baik jika kau tidak ada”

 

Maeda tidak bisa menahan emosinya, ia menampar Sae, membuat teman-temannya tersentak kaget. Sae yang tidak terimapun membalas tamparan Maeda. Keduannya saling membalas, pertengkaran tak terelakkan, Minami dan Sayaka mencoba memisahkan mereka.

“Kau tidak pantas dalam team ini” umpat Sae masih tersulut emosi saat Minami berhasil menariknya menjauh dari Maeda, di sisi lain Meada yang di tahan oleh Sayaka tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar.

Maeda merenungi apa yang terjadi kemarin. Ia rasa Sae ada benarnya, Ia memang tak pantas bergabung dengan AKB48. Tak lama kemudian ia mendapat email dari Sae. Maeda membukanya. Sebuah gambar yang mereka ambil seusai latihan. Ia tersenyum. Yosh! ia beranjak dari anak tangga dan berlari menuju stage performance AKB48, ia harap ia belum terlambat.

Maeda memang belum benar-benar terlambat. Segera ia menaiki stage membaur dengan perform AKB48. Ia menari dengan benar hanya saja ia lupa ia tidak membawa mike, menyadari hal itu teman-temannya pun menyalurkan mike kepada Maeda dan saat sampai di tangan Sae, ia tersenyum menyerahkan Mike, Maeda pun membalas senyum Sae, senyum yang tulus.

Akhirnya festival berjalan lancar, meskipun ada kendala yang tidak bisa di anggap remeh, beruntung mereka bisa mengatasinya dengan baik. Tepuk tangan dan teriakan dari penonton pun mengakhir stage perform mereka.

 

 

Selesai ^_^

 haha … ga jelas banget ya guys …

hoho fic ini saya buat waktu saya masih edan sama AKB48, kira-kira 2 tahun yang lalu (2013). Jadi nostalgic moment waktu baca ulang fic ini. Cupu sangat tulisan saya.

 

See ya …!!!!

Not Best But Spesial

acchan-yuko-05

Not Best But Spesial

I don’t really know who’s she in my heart?

Rival? not really

Friend? too close

Comrade? hmm I guess more than that

She’s „, I don’t know

========================================================

Well, hari ini adalah hari terakhir konser kita di Seibu Dome. Konser yang paling komplex yang pernah kita punyai selama ini. Kita semua latihan tanpa henti tiga hari berturut-turut. Exhauted? tentu saja. Kami semua saaangat kelelahan tapi kami tidak bisa berhenti ketika banyak orang di sana yang menantikan performa terbaik kami bukan?

Kami, maksudku AKB team inti berada di backstage menunggu giliran kami keluar. Beberapa anggota yang lain masih kalang kabut menyesuaikan kostum, ada yang sedang memastikan gerakan dance, ada juga yang sedang say hello dan sedikit bercerita dengan camera, sedangkan aku? aku sibuk memperhatikan sesosok orang yang tengah menyendiri di sudut keramaian, menerka-nerka apa yang sedang dipikirkan. Haruskah aku menghampirinya?

“Kau baik-baik saja?” Aku membaca gerakan bibir seorang yang mencuri start ku

Aku melihat dia memutar dan memeluk orang tadi

“It’s okay, Atsuko, kita bisa melewati ini”

Dia mengangguk mempererat pelukannya. Kemudian aku mengarahkan pandanganku ke arah yang lain. Ada gurat senyum ketika melihat my crush dengan innocent face-nya. Aku berjalan ke arahnya, memeluknya dari belakang

“Nyan-nyan” kataku menyandarkan kepalaku di bahunya

Sedetik kemudian aku mendengar suara kapten meminta kita bersiap mengambil posisi. Baca lebih lanjut

Nonsense OT9 – Chapter 1

NONSENSE OT9

Chapter 1 : Welcome to The Dorm

Flat berlantai 3 bergaya minimalis dengan taman kecil di depannya, menampakkan suasana sejuk dan damai. Tampak gadis berumur belasan tahun mengambil ponsel, memastikan bagunan dihadapannya ini sesuai dengan yang tertera di ponselnya.

“Oops, sorry!” seseorang tanpa sengaja menabraknya dari belakang. Gadis itu melihatnya sekilas, sepertinya orang ini kesulitan membawa koper-kopernya. Tanpa ada niatan basa-basi, gadis tersebut segera masuk menunju lobby, menyerahkan ID cardnya pada petugas yang berjaga. Setelah mengisi beberapa data dalam komputernya, petugas penjaga menyerahkan kunci bertuliskan OT9 dan beberapa dokumen bawaan dari loker bertuliskan “Jessica Spencer” Baca lebih lanjut

Nonsense OT9

Hallo Guys! Saya bawa fic baru *jump_jump

Namun sebelum masuk ke cerita saya ingin memperkenalkan cast-nya terlebih dahulu

1. Kimberly Adams  (SNSD Taeyeon)

K2

2. Jessica Spencer (Ex- SNSD Jessica)

J5

3. Alexandria Lincoln (SNSD Sunny)

L2

4. Stephanie Grace (SNSD Tiffany)

T1

5. Fiorenza Jordan (SNSD Hyoyeon)

F1

6. Kaitlyn Black (SNSD Yuri)

KAT1

7. Samara Brown (SNSD Sooyoung)

 

S1

8. Elaine Hicks (SNSD Yoona)

E1

9. Ariane Collins (SNSD Seohyun)

A3

 

 


Tinggal di drom bersama 9 orang dengan kharakter yang saling berlawanan satu sama lain tentu bukan perkara yang mudah. Apalagi jika tidak ada hal yang bisa dijadikan keterkaitan. Selain karena sekolah yang sama, tidak hal lain dari ke-9 gadis tersebut yang menunjukkan kesamaan. Tapi di dunia ini, tidak ada yang namanya kebeteluan, semuanya sudah digariskan dalam takdir, dan tentu saja mereka bertemu karena takdir inginkan untuk sebuah alasan.

Nonsense OT9

Tidak ada yang namanya kebetulan,
kita dipertemukan karena suatu alasan