
“Aku tidak melihat apa yang orang lain lihat. Aku tidak melihat apa yang ingin aku lihat. Aku melihat apa yang tidak mereka lihat. Aku melihat apa yang tidak ingin aku lihat.”
“Jessica Jung, artis yang juga pengusaha yang sukses menjalankan bisnisnya”
Begitulah judul headline majalah yang sedang dipegang Jessica. Ia membaca sekilas artikel yang memuat tentang dirinya di majalah tersebut. Ini sudah hampir lima tahun wanita itu bergelut di dunia bisnis dan dua tahun tepatnya menjadi debut menjadi penyanyi solo pasca keluarnya dia dari idol yang sudah membesarkan namanya, Girls’ Generation.
Jessica memeriksa ponselnya. Ada pesan masuk. Dari Stephanie.
“Jessie, kau datang bukan?!”
Hari ini adalah perayaan 15 tahun debut mereka. Hampir setengah dari umur mereka. 15 tahun sudah mereka menjajaki dunia entertainer. Hitam putih panggung dunia yang penuh topeng dan drama.
Setelah memarkir mobilnya, Jessica memasuki mansion tempat dimana pesta mereka di adakan. Sudah lama rasanya ia tidak bertandang ke rumah mewah ini. Tidak ada perubahan yang signifikan, kecuali foto putri pemilik mansion bersama tunangannya.
“Selamat malam, noona Jessica” salah seorang pelayan pemilik rumah menyapa.
“Malam, Kim Ahjussi. Mereka sudah di sana?”
“Ne! para wanita sudah di sana sejak tadi”
“Benarkah? Aku akan ke sana. Senang bertemu denganmu kembali, Kim Ahjussi”
“Ne!” Kim Ahjumma berlalu.
Jessica segera menuju halaman belakang dimana teman-temannya berkumpul. Lagu Girl’s Generation menyambut Jessica begitu ia bergabung bersama para wanita. Sebagian dari mereka sibuk menata meja dan sampanye. Sebagian yang lain asyik memanggang daging, hingga tidak menyadari kedatangannya.
“Hai guys!” serunya.
“Well, Well lihat siapa yang datang” kata sang pemilik mansion. Seluruh perhatian mendadak beralih pada Jessica.
“Wow! Direktur Jung ada di sini”
“Waaah, ini dia bintang malam ini”
“Selamat atas pertunanganmu Sooyoung-ah. Foto yang kau pasang di lobby, keren!” ujar Jessica memeluk singkat sahabatnya.
“Terima kasih”
“Jessie, kau datang” Stephanie menghambur ke arahnya.
“Ya! kau mengingatkanku hampir setiap jam”
Semua orang terkekeh.
“Dimana uri leader-nim” tanya Jessica. Hanya sang ketua yang tidak nampak kehadirannya di halaman belakang.
“Taeyeon unnie sedang menidurkan Kim Hana” jawab Seohyun, yang sedang membolak-balikan daging di pemanggang.
“Hei stupid! Apa kau tahu adikmu sedang hamil?” seru Hyoyeon
“Jinja? Kau sedang hamil Joohyun-ah?”
“Ani! Yoona unnie”
“Dammit! Kalian benar-benar”
“Ya! Adikku selamat!” katanya pada Yoona yang sibuk menata meja bersama Stephanie.
“Terima kasih unnie! Kau tidak memberiku hadiah?”
“Akan aku kirim ke rumahmu besok”
“Ya! Jung, kau bahkan tidak memberi hadiah di ulang tahunku”
Taeyeon datang bersama Sunny dengan 2 botol wine di tangan mereka.
“Aku menyumbang lagu untukmu, Kim Taeyeon” Jessica membela diri
“Kau juga tidak memberiku hadiah pertunangan Jung Sajangnim” anggota yang lain ikut menyeruak
“Kau tidak datang di hari ulang tahunku, Sica!”
“What the hell you guys! Guedae akan aku kirim ke rumah kalian satu-satu, araseo!!!”
Semuanya tertawa akan jawaban Jessica. Wanita ini masih sama. Sakartis. Diantara mereka hanya Jessica yang jarang berkumpul dengan sesama anggota. Kesibukannya sebagai CEO, designer juga penyanyi solo membuatnya jarang mempunyai waktu luang. Ia lebih sering hang-out dengan rekan bisnis, membangun relasi dan memperkuat perusahaan. Mereka pasti bertemu jika ada anggota yang menikah. Sesibuk apapun, ia akan meluangkan waktu untuk menghadiri pernikahan teman-temannya. Selain itu, jangan berharap banyak akan kedatangan Jessica Jung.
Setelah menghabiskan daging panggang dan makanan lainnya, para wanita duduk di rumput halaman belakang rumah Sooyoug beralaskan tikar. Di hadapan mereka tersaji beberapa camilan dan soft drink. Bukan wine, demi menghormati Yoona yang sedang hamil. Mereka menyanyikan lagu debut mereka sebagai Girls’ Generation diiringi petikan gitar dari Seohyun. Selesai bernyanyi, Hyoyeon mengajak Sooyoung dan Yuri untuk battle dance yang kemudian diikuti oleh semua member. Mereka bersenang-senang. Memparodikan lagu mereka. Bernostalgia. Berkumpul bersama membuat mengenang masa muda mereka.
“Guys, ayo bermain” seru Yuri
“What a game?” tanya Stephanie
“Truth or dare”
“Ya! Kwon Yuri, kita sudah dewasa”
“Kita masih pantas, Jessica Jung!”
“Siapa yang ikut?” Yuri mengangkat tangan, semunya mengikuti kecuali satu orang. Jessica memutar bola matanya.
“Ya ampun!” keluhnya.
Mereka duduk membentuk lingkaran. Seohyun mengambil botol soft drink yang sudah kosong. Meletakkan di tengah.
“Kita mulai” seru Taeyeon. Botol mulai berputar cepat berangsur memelan dan berhenti tepat dihadapan …
“TAEYEON!!!” teriak mereka. Mata Taeyeon membelalak tak percaya. Jessica dan yang lainnya tertawa.
“Truth or dare?” tanya Hyoyeon
“Dare!!!”
Mereka memikirkan hukuman apa yang tepat untuk mantan laeder mereka.
“Aku tahu” celetuk Sunny. Ia mengambil beer dan mencampurnya dengan soju. Para wanita hanya tertawa melihat apa yang dilakukan Soolkyu. Taeyeon sangat buruk dalam minum. Tubuhnya tidak bisa merespon dengan baik jika berhubungan dengan minuman.
“Yah! Lee Sunkyu, aku masih harus menyetir nanti” protes Taeyeon
“One-shoot” suruhnya
“One-shoot! One-shoot! One-shoot!” para member bertepuk tangan menyemangati Taeyeon. Tepuk tangan menjadi semakin keras saat Taeyeon berhasil menghabiskan Somaek (campuran Beer dan Soju) dalam satu tegukan.
“Ya! (haik) Lee Sunkyu kau harus (haik) bertanggung jawab (haik) nanti”
“Akan aku telpon suamimu, Taeyeon-ah”
“YA!!! (haik)”
Para wanita terkekeh. Satu gelas sudah cukup membuat otak mantan leader mereka berputar. Taeyeon memutar kembali botol soft drink tersebut dan kali ini berhenti tepat di depan …
“YOONA!!!” teriak mereka bersamaan. Yoona menepuk keningnya.
“Truth or Dare”
“Dare!” jawab Yoona cukup percaya diri. Para unnie tidak mungkin menyuruhnya meminum Somaek karena dia sedang hamil.
“AAh!” Seohyun menjentikkan jari. Ia bangkit mengambil sisa daging panggang yang gosong, membungkusnya dengan daun selada dan tidak lupa dengan taburan segenggam garam.
“Yah! Joohyun-ah!!! Aku kakakmu!”
“Maaf unnie!”
“Maknae JJjang!!!” Jessica memberi jempol.
Yoona menghela napas berat sebelum memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya. Ekpressi wajahnya langsung memucat begitu mengunyah makanan racun buatan adik kesayangannya. Mengabaikan rasa yang beradu padu di lidahnya. Yoona menelan Bulgogi asin-pahitnya dengan susah payah.
“It’s Delicius” katanya seusai makan. Teman-temannya hanya tertawa.
Yoona mengambil botol soft drink dan memutarnya. Mulut botol menunjuk pada tempat duduk Yoona lagi. Ia memutar botol kembali dan kali ini berhenti di depan …
“JESSICA!!!”
“Yeah!!! Direktur Jung!” Seru Yuri
“Truth or Dare”
“Truth!!!!” Yoona, Sooyoung dan Yuri mewakili jawaban Jessica.
“YA! Mana bisa seperti itu” protest Jessica
“Tentu saja bisa, Jessie dear!”
“YA!!”
“Truth hmm …” Taeyeon berpikir. Sebenarnya ada banyak yang mereka ingin tahu di kehidupan Jessica pasca perpisahan mereka.
“Mungkin kau bisa ceritakan tentang ini” Stephanie menunjukkan kotak cincin hitam.
“Ya! Stephanie Young Hwang!!!” teriak Jessica
“Dari mana kau menemukan ini?” Sooyoung merebut cincin tersebut dari tangan Stephanie
“Saat wanita itu menyuruhku mengambil polaroid di tasnya”
“Seriously, kau sudah hampir 30-an dan kalian masih usil”
“Ya! Sica! Kau tidak perlu marah” Taeyeon menengahi
“Come-on Sica, diantara kita hanya kau yang tertutup dengan kisah percintaanmu” keluh Sunny
“Kita sudah hampir 30 tahun unnie. Kita sudah bersahabat sejak lama” imbuh Joohyun
“Cincin yang bagus, dan mahal” kata Yoona
“Apa ini dari Choi Siwon?”
“Choi Seunghyun?”
“Atau jangan-jangan Wu Yifan”
“YA!!!” Jessica membentak teman-temannya yang mulai sok tahu. Para wanita hanya tertawa akan kegarangan Jessica.
Jessica menghela napas, menenangkan diri sebelum berujar
“Araseo! Ya! Berikan padaku”
Suasana menjadi tenang. Semuanya diam menanti Jessica membuka tabir kehidupan percintaannya. Meskipun sering terlibat scandal dengan selebritis pria yang tampan dan terkenal atau pengusaha muda dan kaya namun tidak pernah ada konfirmasi resmi dari pihaknya.
“Ini di mulai saat pesta perayaan pernikahan Taeyeon”
“Huh? Pernikahanku?”
Jessica menganggu dan mulai menceritakan kisah cintanya.
Hallo guys! ide dari cerita ide sudah lama sekali menggantung dalam pikiran saya. Dan kali ini saya menantang diri saya untuk menyelesaikan cerita ini secepatnya. Semoga bisa ya ..
Give me feedback 😀
Salam,
Audrey, S