Masterpiece

007124100_1425535729-jessica-jung-ysl-fusion-ink-foundation-commercial

Aku menghempaskan tubuhku di atas kasur empuk yang selalu rapi saat aku kembali ke dorm. Dammit! hatiku mengumpat. Aku mengerang frustasi, memegangi kepalaku.

“Masterpiece” kata itu berkelit dalam pirikannku sejak tadi. Aku mengangkat tanganku seolah ingin menggapai langit-langit kamar.

“Oh … ini belum malam, bukan?” teman sekamarku baru saja pulang dari party dengan entah siapa. Aku tidak peduli.

“Kenapa kau masih terjaga?”

“Well, ada sesuatu yang harus aku kerjakan” aku melanjutkan draft design yang belum selesai.

“Apa?!” teriaknya dari ruang ganti.

“Tidak, bukan apa-apa”

“Hey … mau berbagi rahasia dengan teman sekamarmu?” tawarnya selesai berganti baju. Aku mendudukkan posisiku berhadapan dengannya.

“Come on, kau pikir kami tidak tahu kau diam-diam selalu bertemu laki-laki”

“Kau tahu?” Mataku membulat.

“Come-on Jung! Kita sudah tinggal bersama hampir 7 tahun. Kenapa kau tidak memberi tahu kami, atau setidaknya Taeyeon”

Aku menggeleng tidak jelas.

“Dia sedang banyak pikiran, aku tidak ingin menambah bebannya”

Sooyoung memincingkan matanya.

“Well, aku hanya tidak yakin akan sesuatu”

“Design-mu?”

“Aku pikir aku bisa membuat design yang lebih baik. Aku bisa melauchingkan brand-ku sendiri. Tapi nyatanya design yang ku hasilkan hanya kumpulan sampah. Aku tidak tahu. Aku frustasi.”

“Come-on Jung! Apa yang membuat Jessica yang biasanya percaya diri menjadi sekacau ini. Kau Jessica Jung. Kau yang paling berbakat di antara kami. Kau punya mata elang untuk melihat fashion yang baik. You are Almighty Jessica Jung. Yeah!!!!”

Aku bisa mencium bau alcohol keluar dari mulutnya saat berteriak. Dia mabuk. Tapi kalimatnya cukup memberiku sedikit semangat.

“Merasa lebih baik?”

Aku mengangguk kecil.

“Baiklah, ayo tidur. Kita ada latihan besok pagi.” Wanita itu menghambur ke arahku. Memelukku dan menciummiku.

“YAH!!!!! Get Away!!!!!”

.

Aku berlari ke lobby gedung agency dimana aku bekerja begitu keluar dari mobil. Seriously. I’m late. Aku menggerutu frustasi. Ini karena semalam lembur mengerjakan draft design yang hendak aku berikan pada tuan Investor.

“Tunggu!!!” teriakku saat melihat pintu lift yang hampir menutup. Aku menahan pintu lift dengan dokumen yang ada ditanganku.

“Phwhhh”

“Anyyeong sunbae!” sapa perempuan di dalam lift.

“Ne … anyyeong … emm …” aku mencoba mengingat siapa sosok yang ada dihadapanku saat ini. Salah seorang rookie di agency-ku.

“Wendy” katanya

“Ahh .. Toronto!” aku tertarik pada suaranya saat pertama mendengarnya. Aku hanya ingat daerah asalnya namun tidak cukup pintar untuk mengingat namanya.

TING!!!

Pintu lift terbuka.

“Bye Toronto!” lariku semakin cepat begitu keluar dari lift. Dammit. Aku akan kena marah lagi. Aku membuka pintu ruang latihan dengan suara berisik. My bad! Sekarang perhatian semua orang yang tadinya fokus latihan beralih pada ku.

Aku bisa merasakan tatapan tajam dari Kim Taeyeon. Ia berjalan mendekat, melipat tangan.

“Kau terlambat!” katanya dingin.

“Aku tahu .. aku min-“

“Kau tahu dan kau masih terlambat!”

“Pergi!” serunya

Aku terkejut dengan apa yang dikatakannya. Oke, aku salah, tapi tidak seharusnya dia mengusirku.

“Listen! Aku minta maaf Taeyeon, ada hal penting yang harus aku kerjakan”

“Apa yang lebih penting dari SNSD?! Hah! Kau pikir kami tidak tahu kau bertingkah aneh akhir-akhir ini” teriak Taeyeon

“Come-on Sica, katakan saja padanya sekarang!” kata Sooyoung.

“Apa? Kau merahasiakan sesuatu dari kita?”

“Hey! Listen up you guys! Aku tidak ingin kalian bertengkar. Kalian berdua paling tua dalam grup ini. Mari bicarakan ini baik-baik” Kata Stephanie menengahi.

“Okay. Akan aku katakan. Aku ingin membuat brand fashion-ku sendiri dan ada seorang investor dengan reputasi yang bagus berbaik hati ingin melihat desaign-ku. See, aku juga punya kehidupan yang lain.”

“Kenapa kau menyembunyikan dari kami”

“We are family unnie” maknae Joohyun ikut bersuara

“Karena kau terlalu sibuk memikirkan scandalmu dengan Baekhyun. Kalian semua sibuk memikirkan urusan kalian. Aku satu-satunya orang yang memikirkan hidupku setelah pensiun dari SNSD”

“Apa yang salah menjadi SNSD selamanya? Kita telah bersama selama 7 tahun.”

“Ya, kita tidak mungkin menjadi SNSD selamanya Almighty Leader Kim Taeyeon. Orang-orang tidak ingin melihat wanita tua menari dan menggunakan pakaian seksi. Agency akan mengganti kita dengan kelompok yang lebih muda dan menyegarkan. Kita harus memikirkan hidup setelahnya sebelum kita di tendang!”

“Oke. Kau menyembunyikan rencanamu dari kita selama hampir satu tahun. Dan sekarang saat rencanamu sempurna kau mau berhenti, sementara kita akan comeback dalam waktu dekat”

“Persetan dengan comeback! Aku pergi!”

“Kau pergi?!”

“Yeah, kau mengusirku, bukan?!”

“Jessica, Watch Out!!” Stephanie memperingatkan, namun terlambat. Aku terburu menabrak pintu yang tiba-tiba terbuka. Terpeleset dan jatuh tersungkur dengan punggung menghantam keras ke lantai.

“Ough!!” aku mendesah. Aku mencoba berdiri. Namun sepertinya ada yang tidak beres dengan tulang belakangku.

“Itu yang di sebut karma” kata Taeyeon

“Itu yang kau katakan saat temanmu terkena musibah?!”

“Friend? Setelah kau puas mengataiku sekarang kau berharap kita masih berteman?”

“Okay, aku minta maaf untuk tadi. Aku rasanya ingin mati. Sekarang bisa tolong bantu aku?!”

“Please?!” aku mengulurkan tangan. Taeyeon terpaksa menyambut tanganku, membantuku berdiri

“Pelan-pelan” ucapku. Taeyeon dan yang lainnya memapahku menuju sofa di ruang lain.

“Well, aku tahu kita tidak akan menjadi idol selamanya. Jadi aku mulai memikirkan apa yang akan aku lakukan setelah pensiun. Aku mulai mencari passion-ku. Fashion. Tapi nyatanya itu tidak berjalan lancar. Aku pikir aku bisa melakukannya. Aku tidak ingin gagal. Aku harap aku bisa seperti kalian, melakukan semuanya dengan terkendali.”

“Ayolah unnie, kita semua pernah mengalami masa yang sama”

“Yeah, kau meletakkan banyak tekanan pada dirimu Jung”

“Kau lupa, kita selalu ada di sampingmu”

“SNSD, Forever!!” Taeyeon meletakkan tangannya di tengah, kami semua mengikuti.

“Forever!” teriak kami kemudian tertawa.

.

Aku menunggu dengan sabar kalimat yang akan terucap dari pria 30-an yang sedang melihat hasil design-ku. Calon investorku.

“Well,” ia melepas kacamatanya. Meletakkan draft ku di atas meja. Pandangannya serius menatap ke araku. Jantungku berdetak tidak karuan.

“Jadi kau ingin membuat brand fashion dengan ini?”

“Ya, aku membuatnya sendiri”

“Aku punya saran, sebaiknya kau belajar design dari awal. Sekolah di New York, mungkin. Ini draft yang cukup bagus, kau punya mata yang bagus, Jessica.”

“Well, aku harap kita bisa bekerja sama. Akan aku hubungi kau nanti!” katanya menjabat tanganku

“Good job Jung” serunya kemudian pergi.

Aku tidak bisa menyembunyikan senyum lebarku. Dammit! Pria itu akan menjadi investor-ku. Aku bersorak dalam hati. Thank God! I make it. Sebuah awal untuk masterpiece.

 


Hallo :p

Entah ini cerita macam apa. saya stress, jadi saya menuangkan luapan pikiran saya dalam bentuk tulisan, dan jadilah .. “Masterpiece” Haha.

Cerita ini terinspirasi dari salah satu scene dalam film Picth Perfect 2. Yeah!!! Film yang bagus. Bagi yang belum menonton film tersebut, silahkan kalo ada waktu luang dan kouta lebih download film tersebut ya .. sebelum situs film bajakannya di blokir. See ya ..

Salam,

Audrey, S

Tinggalkan komentar