
Seoul, 2015
Bel pintu rumah itu sudah ku tekan berkali-kali namun Almighty Jessica Jung belum juga membukakan pintu. Aku yakin dia ada di dalam. Sialnya, telpon dari ku tidak di angkat.
“JESSICA!!!” aku berteriak lagi, entah sudah ke berapa kali mengetuk pintu kayu lebih keras, mengintip dari sela-sela tirai jendela yang tersingkap. Tidak kelihatan apa-apa.
Mungkin dia memang tidak sedang di rumah. Aku terduduk lesu di teras rumah mereka. Semuanya sia-sia. Hari libur, kencan, bahkan topeng ini. Tidak ada yang berjalan dengan baik. Topeng dalam genggaman ini aku letakkan di atas meja teras rumah, membiarkan tergeletak di sana. Aku beranjak pergi meninggalkan rumah tersebut setelah menendang kesal pada udara hampa.
*
Seoul, akhir 2008
Ruang latihan itu sudah penuh dengan makanan yang di bawa oleh Manager oppa. Mereka sedang break setelah hampir dua jam latihan tanpa jeda. Jessica sibuk mengobrol dengan Yuri ketika Taeyeon memasuki ruang latihan. Ekor matanya tertuju pada gadis itu yang sibuk menjelaskan pada Yuri bagaimana kehidupan orang-orang di USA.
“Di Amerika jika kau menatap orang atau menoleh padanya, mereka menganggap kau tertarik pada padanya.”
“Benarkah?” Yuri terkejut. Jessica mengangguk lalu melanjutkan, “Ketika aku di L.A, ada laki-laki yang wajahnya tidak asing lalu aku menoleh untuk memastikan, tapi laki-laki itu justru tersenyum dan menganggap aku menyukainya.”
“Daebak!” Yuri terkagum sembari tertawa. Jessica memasukkan snack ke dalam mulutnya. Pandangannya tidak sengaja bertatapan dengan Taeyeon yang sejak tadi sudah memperhatikannya. Taeyeon buru-buru membuang muka dan pura-pura bergabung dengan obrolan Yoona dan Sooyoung di sampingnya. Jessica melihatnya hanya mengangkat bahu lalu kembali pada Yuri.
“Lalu …” terang Jessica lagi. Suaranya sudah bercampur dengan keriuhan beberapa orang dalam ruangan tersebut. Taeyeon tidak bisa mendengarnya lagi. Meski begitu ia masih bisa melihat dari jarak yang tidak bergitu jauh, memperhatikan bagaimana gadis itu begitu menikmati obrolannya dengan Yuri. Saling bertatapan, memainkan tangan, bercanda dan tertawa bersama. Oh, betapa Taeyeon berharap berada di posisi Yuri sekarang.
Latihan sudah selesai. Semua member SNSD berbondong-bondong menuju ruang ganti, kecuali Taeyeon, si kid leader masih betah di ruang latihan.
“Kim Taeyeon, ayo!” Jessica menyeru. Langkah kakinya sudah di ujung pintu, namun kepalanya masih tertinggal di dalam ruangan.
“Kau duluan, aku masih ingin di sini.”
“Wae?” Jessica kembali melangkah ke dalam, menghampiri Taeyeon.
“Ani, pasti mengantri.”
Jessica tersadar akan sesuatu, wajahnya mengatakan oh-ya-kau-benar dan ikut duduk di samping Taeyeon. Baca lebih lanjut →