MOLESKNE CHAPTER VIII – SECRET CRUSH

kim badass sojung gfriend wish sowon

Kembang api meluncur bebas menghias hitam langit. Kemepyar, kertip-kertip*. Balon warna-warni diterbangkan ke udara. Suara terompet menghambur bersahutan. Ini adalah puncak malam tahun baru. Mereka, seluruh panitia penyelenggara acara, artis pengisi acara bersama para fans, bersama-sama menghadap langit, tersenyum, tertawa, bergembira, memeriahkan perayaan tahun baru. Beberapa diantara kerumunan manusia itu menyelipkan harapan-harapan untuk kehidupan lebih baik di tahun selanjutnya, membuat resolusi, begitu yang mereka sebut.

Taeyong menoleh ke samping sejenak, matanya tidak sengaja menangkap sosok gadis berparas cantik dengan ponytail, sedang memandang langit penuh takjub sambil memberikan back-hug pada gadis berambut bob, masih satu grup dengannya. Dari caranya bersikap, bagaimana dia memperlakukan member-nya, Taeyong bisa melihat, dia perempuan penuh kasih sayang. Sosok yang cukup berbicara seperlunya, lugas dan tidak berbelit-belit.

“Kau tidak menghampirinya?” heran Doyoung. Mereka sudah kembali ke dalam studio. Suibu bercanda dengan sesama artis pengisi acara di depan ruang tunggu, bercampur jadi satu. Gadis itu jelas-jelas sedang sendirian di depan ruang tunggu, masih mengenakan kostum panggung, bermain dengan ponsel.

“Aku sudah melupakannya,” ungkap Taeyong.

“Wha-?” Baca lebih lanjut

MOLESKINE CHAPTER VII – HAPPY BIRTHDAY

Happy Birthday Sowon Gfriend Moleskine

12/07

Kalender dalam ponsel Taeyong menunjukan tanggal 12 07. Lelaki itu sudah menunggu-nunggu akan kedatangan hari ini. Taeyong berniat memberikan cincin milik gadis itu sebagai hadiah begitu juga dengan moleskin-nya. Taeyong secara tegas menyudahi perasaannya.

Hatinya terlanjur sakit, tidak sanggup mendapati kenyataan gadis yang disukainya telah menyukai lelaki lain. Taeyong memang belum sepenuhnya yakin namun agaknya gadis itu ada rasa pada Jr. Obrolan pendek di koridor waktu itu jelas bukan sekadar basi-basi. Terlebih kenyataan bahwa yang selama ini menyemangati dalam memasak adalah lelaki itu. Taeyong tahu bagaimana uniknya cara gadis itu memasak dalam variety show terakhir mereka dan betapa gadis itu begitu antusias sewaktu memasak dari video yang barusan mereka upload dalam channel V Apps.

Dan jangan lupa si mantan pacar, Jin. Meski gadis itu jelas menolak untuk menerima sang mantan kembali tetapi Jin adalah orang pertama yang mengenalkan gadis itu pada hal-hal baru. Jin ada porsi tersendiri dalam ruang hatinya.

Lalu apa kontribusi Taeyong? Baca lebih lanjut

MOLESKIN CHAPTER VI – JR

Jr Moleskin chapter 6

Tepuk tangan riuh terdengar ketika NCT selesai membawakan Fire Truck dan bergegas turun panggung. Taeyong mengelap keringatnya dengan handuk yang disodorkan oleh staff. Penampilan NCT malam itu cukup bagus. Taeyong tidak jadi mengacau. Bagaimanapun karir NCT lebih penting dari apapun. Apalagi dibandingkan skandal Jin dan gadis itu yang ternyata memang benar adanya. Mengingat-ingat perkara itu membikin kepala Taeyong pusing tidak karuan. Segera Taeyong menegak air dalam botol sekaligus menyisakan setengahnya.

“Astaga! Calm down dude!” kata Jhonny.

Taeyong hanya bisa memincingkan mata berharap bisa mengeluarkan api dari sana.

“Gadismu itu tidak akan kemana-mana!” Jhonny menggoda. Dia tahu. Entah bagaimana meski Taeyong jarang bercerita sedang Doyoung jelas bukan tipe ember. Tetapi Jhonny memang pandai melihat gelagat orang dan jangan lupa mereka tinggal satu kamar.

“Mind your own business, dude!” balas Taeyong, melempar handuk bekas keringatnya pada Jhonny. Dia pergi dari backstage mencari toilet terdekat. Setelah urusannya dengan toilet selesai, Taeyong mampir untuk mengambil ponsel di ruang tunggu. Saat itu dia tidak sengaja melihat gadis itu sedang mengobrol dengan seseorang. Taeyong, seperti biasa mengintip di balik tembok sambil menguping.

“Kau mengikuti saranku. Memasak tanpa melihat resep!” ungkap lelaki itu antusias. Wajah gadis itu juga terlihat senang tanpa beban.

“Yah, tidak tahu kenapa, aku selalu gagal kalau mengikuti resep!” terang si gadis. Tangannya terlipat di dada tetapi masih menunjukkan ketertarikan pada lawan jenisnya.

“Aku baru saja mencoba resep baru. Bulgogi dengan daging babi dan kecambah, kau harus mencobanya.”

“Sepertinya mudah.” Sorot matanya mulai terbayang bagaimana rupa menu tersebut ketika disajikan.

“Mudah sekali. Kau pasti bisa tanpa meniru resep.”

“Benarkah?” gadis itu seolah meremehkan tebakan lawan bicaranya. Baca lebih lanjut

MOLESKINE – CHAPTER IV – P.B

MOLESKINE GFRIEND SOWON

“What the hell!!!” Taeyong berseru sambil melempar tabletnya kasar, membuat Doyoung yang sedang santai di ranjang tingkat terpaksa mengintip dari atas.

“Kau kenapa?”

“Lihat!” Taeyong menunjukkan sebuah berita yang ada di internet pada Doyoung. Pemuda itu membacanya sekilas tetapi masih tidak mengerti apa yang membuat Taeyong marah.

“Fans temukan bukti lain Jin BTS dan Sowon Gfriend berpacaran” Doyoung membaca judul di berita tersebut.

“Lihat! Sangat mengada-ngada bukan?” Taeyong menunjukkan bukti-bukti yang terlampir dalam berita tersebut.

“Sangat memaksa!” tandas Taeyong. Yah, hanya karena mereka kedapatan bertatapan muka atau kebetulan memakai baju dengan motif yang hampir sama bukan berarti berkencan. Doyoung mengerti itu, tetapi yang tidak dipahaminya adalah kenapa Taeyong harus sewot?

“Astaga, kau berisik sekali!” Jhonny, rekan satu roomates mereka yang baru selesai mandi melempar handuknya tepat mengenai muka Taeyong.

“YA!!!!” seketika lelaki itu melupakan kemarahannya. Mengejarnya Jhonny yang sudah berlari ke luar kamar, bertekad membalas perbuatannya.

“Dia kenapa?” Mark datang untuk bergabung setelah dari kamar lain.

Doyoung menganggkat bahu lalu kembali sibuk di atas ranjangnya, bermain tablet. Mark membaca berita yang kebetulan masih terbuka pada tablet Taeyong.

“Ei! Sejak kapan dia peduli dengan gossip!” kata Mark kemudian berlalu keluar kamar. Saat itu Taeyong sudah kembali setelah memutilasi Jhonny di ruang tengah dorm mereka.

“Astaga! Ini hal terlucu yang pernah aku baca!” komentar Taeyong lagi sakartism, membuat Doyoung jengah. Baca lebih lanjut

MOLESKINE CHAPTER II – MOLESKINE

MOLESKINE CHAPTER II - MOLESKINE

 

Taeyong berhasil menemukannya. Terselip di antara tumpukan buku sekolah yang sudah masuk gudang atas ulah ibunya. Astaga!

Moleskine itu kini berada di tangannya. Taeyong membuka lembar pertama. Hanya ada dua huruf latin yang terpisahkan dengan titik. P.B. Taeyong membuka lembar berikutnya. Ada tulisan di sana dengan huruf kanji. Taeyong membuka lagi lembar berikutnya, berikutnya dan berikutnya sampai halaman terakhir. Hampir semuanya didominasi huruf kanji dan sejenis gambar komik. Taeyong mencoba membaca isi moleskine itu. Bergaul dengan Mark, salah satu roomates-nya selain Doyoung yang berasal dari Jepang, membuatnya sedikit tahu cara membaca kanji.

Page 1 – Moleskine

Aku baru saja putus dengan Kim S. Jin. Tidak benar-benar putus, toh kita tidak pernah memulai. Ketika suatu hari dia mengatakan menyukaiku, aku mencoba memberinya kesempatan. Tetapi lelaki itu memahaminya berbeda. Dia sesumbar bahwa akulah yang mengejarnya, mengais cintanya. Jadi ketika aku tidak sengaja melihatnya menggoda gadis lain di sekolah dan beberapa kali teman dekatku mengatakan melihatnya berkencan dengan gadis lain di luar sekolah, aku tahu, aku hanya bagian dari eksperimentnya. Jadi, aku biarkan saja dia berbuat sekehendaknya. Akupun demikian. Sejak itu aku putuskan sudah berakhir.

Dan buku ini adalah hadiah darinya di ulang tahunku. Aku tidak ingin membencinya seperti orang-orang yang membenci mantan mereka dengan mengembalikan barang-barang yang pernah diberikan si mantan itu. Buku ini, akan aku isi dengan cerita-cerita menarik dan menyenangkan. Lagi pula, kata guru ekonomiku, ide terciptanya AirBnB oleh Brian Chesky bersama sahabatnya Joe Gebbia berkat moleskine ini. Hmm, siapa tahu aku menciptakan gagasan dalam catatan ini. Menarikkan? Baca lebih lanjut

MOLESKINE

bb301acaa386670334fafc97e38a9142

Prolog

 

Lee Taeyong, tidak pernah menyangka bahwa yang dia rasakan terhadap gadis itu akan melebihi kekaguman. Lelaki itu jelas yakin bahwa sebelumnya tidak ada hasratapapun dalam perasaan tersebut.

Hampir setiap waktu luang yang dia punya adalah untuk menonton video terbaru dari gadis tersebut, terlepas apakah itu penampilan sederhana dalam sebuah event, variety show atau sekadar jokes di Youtube yang dibuat oleh fans-nya. Taeyong bahkan tergabung dalam fancafe resmi gadis itu di Daum demi mendapat update perihal tentangnya. Apapun. Tidak peduli jika itu sekadar Hi!

Akan tetapi Taeyong bukan lelaki yang akan menghampiri gadis tersebut saat itu juga, karena faktanya meskipun dipertemukan dalam event yang sama tidak hanya sekali dua, Taeyong tidak pernah menyapanya secara langsung, senyum pun tidak, mata beningnya belum berani untuk menatapnya. Kejantanannya menciut di sini. Sungguh payah dan memalukan. Taeyong hanya berani melihat dari jauh, seperti seorang pengangum rahasia dan jika boleh, Taeyong ingin menjadi The Dark Knight bagi gadis itu. Kesatria pelindung yang tidak diketahui identitasnya. Selalu bisa diandalkan saat gadisnya dalam keadaan terjepit. Taeyong terkikik sendiri membayangkan dirinya berubah konyol.

Taeyong-ssi, ada apa?” salah seorang senior memergokinya melamun dan tertawa seperti idiot di backstage sambil melipat tangan. Matanya memandangi serius pada panggung. Dua idol pengisi acara tahunan yang sama dengannya sedang berlatih untuk penampilan kolaborasi besok. Tentu saja salah satunya grup di mana gadis itu berada.

“Tidak ada,” Taeyong menyimpulkan, tersenyum jail kemudian pergi dari tempatnya berdiri meninggalkan seniornya yang kebingungan.

He’s stupid,” salah satu teman seniornya tadi berkomentar ketika Taeyong sudah agak jauh dari tempat mereka berdiri. Tetapi Taeyong masih bisa mendengarnya. Dia tidak marah atau menyimpan dendam untuk sebutan itu. Teman satu kamarnya, Doyoung bahkan menganggapnya sudah gila. Baca lebih lanjut