Emak dan Yanto

 gambarOleh: Alfi Syahriyani*)

Namanya Yanto. Umur 18 tahun. Lulusan SMP. Sehari-harinya mengamen di bus dan kereta api. Hobinya mendengarkan radio 107 FM jika sedang menunggu bus. Tahu kan? Itu lo, radio yang memutar lagu-lagu dangdut, yang penyiarnya sering pakai bahasa campur-campur. Kadang-kadang bahasa Indonesia, kadang juga bahasa daerah, sebentar-sebentar dipaksakan pakai bahasa Inggris. Yanto sering iseng menelepon sang penyiar dengan HP-nya (ah, biar pengamen begini, tapi Yanto punya “HP untuk rakyat”), bukan request lagu atau kirim salam, tapi mempromosikan diri. Baca lebih lanjut

Diskon 50%

Diskon 50%

 

Orang menyebutnya awul-awulan. Yakni membeli baju yang di dalamnya terdapat label diskon 50 – 70 persen. Atau, barang khusus dengan tulisan beli 1 gratis 1. Berdesak-desakan bersama pembeli lain, hanya demi mendapatkan harga miring dengan kualitas barang yang lumayan (jika beruntung).

Di sinilah aku, ikut berada dalam kerumunan pembeli barang diskon. Bukan aku tapi temanku. Ya ampun jika saja mereka tahu berapa harga yang barang-barang itu jika di pasar, pasti para kaum ibu hawa ini lebih memilih menyerbu pasar tradisional ketimbang mal ini. Ah sungguh, benar-benar strategi bisnis ini telah mempermainkan otak sadar mereka. Untuk apa mereka rela berdesakan, jika di pasar mereka bisa mendapatkan barang yang sama dengan harga yang lebih murah bahkan setelah di kurangi diskon. Baca lebih lanjut