GRAVITY

 

 

 

 

BRING BACK MY HOME

Nezumi Minatozai

 

Something always bring me back to you

And never takes too long

No matter what I say or do

I’ll still feel you here ‘til the moment I’m gone

 

Aku setuju jika Yuju didaulat the next Taeyeon dalam lima tahun ke depan. Dia punya kualitas yang mumpuni. Suaranya mampu menyampaikan pesan sebuah lagu, juga teknik mengolah vocalnya mengangumkan. Dia bisa menempatkan nada tinggi di tempat yang seharusnya tanpa harus melebih-lebihkan, begitu halus dan merdu, seolah sedang mengejek “Hey lihat, CEO-nim yang dulu menolakku, aku bisa mencapai nada tinggi dengan sempurna.” dengan senyum sinis yang begitu senang dia perlihatan ketika bertingkah kejam.

Aku sedang mendengarkan Gravity yang di cover Yuju di sebuah radio dua tahun silam ketika kami baru saja debut. Aku tidak tahu, entah karena kebetulan atau memang Yuju seorang genius, aku larut dalam melody tersebut, jiwaku melayang, meresapi setiap kata yang diucapkan oleh Yuju, penuh penghayatan.

Something always bring me back to you

Aku terus teringat bagian itu.

Always

Always

Aku mendesah pendek, ekor mataku melirik perempuan yang duduk dua kursi di depanku. Dia sedang mengambil selfie, berpose semanis yang dia bisa lalu tersenyum puas melihat hasilnya. Dia kemudian melakukan sesuatu dengan ponselnya, tenggelam di sana. Aku beralih melihat ke luar jendela. Hujan di luar lumayan lebat. Sinb di sampingku sudah terlelap sejak kami masuk mobil begitu pula Yuju dan Yerin. Yewon menikmati The Martian, novel hadiah dari fans-nya ketika dia rawat di rumah sakit. Aku sendiri, sungguh lelah tetapi tidak bisa tidur. Mataku tertutup, tetapi otakku terjaga. Dan saat hujan seperti ini, aku lebih suka mendengarkan lagu ritme kesedihaan dan kehampaan. Persis apa yang terjadi padaku. Baca lebih lanjut

THE TRUE PLAYER

00123834

WonHa, SanHa, SoJu, 97Line, TomxJerry, EunbiLine, 2jung

Who the player?

*

“Eunha-ya!!!!!!!!” Sana berteriak dari koridor, berlari menghambur ke arahku, merentangkan tangan, bersiap memelukku.

“I miss youuuuuuuu!” Sana mengunciku dalam jerat peluknya, seakan tidak membiarkanku lepas.

“Anyyeonghaseo!” aku membungkuk pada member Twice yang melewat kami. Mina, Daehyun, Nayeon, Momo, Jungyeon.

“Hai!!!” Sowon keluar dari tenda demi menyambut Twice. Dia berhigh-five dengan Nayeon, Jungyeon, juga sempat menaikkan alisnya, menyapa Sana dengan senyum tulus. Sinb juga ikut keluar, merangkul Daehyun, bertukar tinju dan tiba-tiba terbahak bersama, keras sekali.

“Apa yang kau lakukan saat liburan?” Sana bertanya dengan suaranya yang imut.

“Aku pulang,”

Dia melenguh semakin mempererat pelukannya.

“Aku tidak bisa pulang,” keluhnya sambil mencium puncak kepalaku. Kenapa orang suka sekali dengan puncak kepalaku. Yerin, Sowon dan Sana, selalu seperti itu setiap ada kesempatan.

“Momo dan Mina juga. Jadi kami berempat selalu di dorm.” Sana merengek bak anak kecil.

“Berempat?” aku menaikkan alis, mencoba mencari wajahnya yang bersembunyi di balik punggungku.

“Tzuyu,”

Oh!

“Kau pasti merindukan orang tuamu,” aku mengguman pelan. Sana mengangguk sambil merengek lalu meletakkan kepalanya di atas pundakku. Aku sempat melihat Sowon melirik ke arah kami sebelum beralih pada Nayeon dan Jungyeon dan tertawa bersama mereka. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tetapi Sowon tampak menikmatinya, dia bahkan terang-terangan bermain tangan dengan Nayeon, merangkul pundaknya, sesekali aku perhatikan tangan Sowon melingkari pada pinggang Nayeon dan wanita itu sama sekali tidak keberatan diperlakukan seperti demikian. Baca lebih lanjut